Mentega putih atau shortening adalah lemak (edible fat) yang banyak dipakai dalam proses pembuatan roti dan kue. Seperti mentega dan margarin, shortening terbuat dari lemak hewani dan nabati, tetapi fungsinya berbeda. Bagi bakers pemula, istilah ini tentu menimbulkan pertanyaan, apalagi jenis dan harga mentega putih cukup beragam.
Artikel kali ini akan membahas mengenai shortening sekaligus tips memilihnya. Kami juga akan merekomendasikan beberapa merek mentega putih terbaik, seperti Amanda, Gold Bullion, dan Palmia. Ada juga mentega putih yang bagus untuk buttercream, lho. Rekomendasi produk ini disusun dan diurutkan berdasarkan cara memilih mybest dan hasil riset kelarisan produk di marketplace. Artikel ini juga sudah ditinjau oleh cake designer kami, Adela Andriana.
Apa kandungan dan manfaat mentega putih?
Jika sering membuat kue, Anda pasti menemukan istilah margarin, mentega (butter), dan mentega putih. Namun, sebenarnya apa perbedaan ketiga bahan tersebut? Ketiganya memang merupakan produk lemak yang banyak digunakan dalam rumah tangga, tetapi kandungan dan fungsinya berbeda.
Berbeda dengan mentega dan margarin, mentega putih terbuat dari 100% lemak tanpa campuran air. Oleh karena itu, teksturnya lebih padat dan titik lelehnya lebih tinggi, yaitu sekitar 40–44 °C. Lalu, apa kegunaan mentega putih? Mentega putih umumnya dijadikan bahan utama pembuatan buttercream untuk menghias kue.
Untuk proses pembuatan roti, mentega putih disebut-sebut sebagai produk lemak yang paling cocok digunakan. Alasannya, mentega putih memiliki fungsi menghambat (to shorten) pembentukan gluten dalam adonan roti. Karena fungsi tersebut, mentega putih sering kali disebut juga sebagai shortening.
Cara memilih mentega putih (shortening)
Mentega putih memiliki bentuk dan kegunaan yang berbeda-beda. Sebelum membeli mentega putih, sebaiknya pahami terlebih dahulu cara memilihnya, ya!
1.Tentukan jenis shortening sesuai kebutuhan: Padat atau cair
Pada dasarnya, shortening dapat dikategorikan menjadi dua jenis berdasarkan bentuknya, yaitu cair dan padat.
Shortening cair
Shortening cair masih terbilang jarang ditemukan. Pemakaiannya pun terbatas. Shortening cair lebih banyak dipakai untuk proses menggoreng.
Shortening padat
Shortening padat lebih umum dan mudah ditemukan di pasaran. Jenis inilah yang dikenal sebagai mentega putih. Berbeda dengan jenis cair yang hanya dipakai untuk menggoreng, shortening padat (solid shortening) lebih banyak fungsinya. Anda bisa memakainya sebagai bahan roti, dekorasi kue, dan untuk menggoreng.
2.Untuk solid shortening, pilih white shortening, baker’s fat, cake fat, atau pastry fat
Shortening padat atau mentega putih dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Pembagian tersebut dibuat berdasarkan campuran shortening dan tujuan pemakaiannya. Selain itu, pembagian jenis shortening bertujuan untuk mempermudah konsumen dalam memilih. Berikut ini adalah beberapa jenis shortening beserta fungsinya yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
White shortening: lemak murni tanpa tambahan emulsifier. Cocok untuk pembuatan roti tawar.
Baker’s fat: memiliki campuran emulsifier, tidak mudah meleleh dan sangat kukuh. Cocok untuk pembuatan buttercream.
Cake fat: memiliki tambahan emulsifier, aroma, dan warna. Cocok untuk bahan pembuatan kue.
Pastry fat (korsvet): shortening dengan titik leleh tertinggi. Cocok untuk membuat pastry.
3.Perhatikan bentuk kemasannya: Kemasan kaleng atau kemasan plastik
Setiap produk shortening dikemas menggunakan kemasan berbeda-beda. Jenis kemasan ini juga penting untuk disesuaikan dengan pemakaian Anda.
Kaleng, lebih higienis dan mudah disimpan
Shortening dalam kaleng biasanya telah melalui proses tertentu sehingga lebih higienis. Terlebih lagi, tanggal kedaluwarsanya sudah diperhitungkan dengan baik sehingga kualitas produk bisa dipertanggungjawabkan. Kemasan yang tertutup rapat juga membuat isi kemasan lebih terjaga. Setelah pemakaian, sisa shortening bisa disimpan tanpa harus repot memindahkannya ke wadah lain.
Akan tetapi, agar shortening tetap awet, selalu gunakan peralatan yang bersih saat mengeluarkannya. Hal ini penting agar shortening tidak terkontaminasi kotoran dari luar. Akan lebih baik lagi jika setelah dibuka, shortening segera dipindahkan ke tempat penyimpanan. Anda bisa menyimpannya dalam gelas atau plastik kedap udara yang BPA free. Wadah kaleng biasanya mengandung BPA.
Kemasan plastik dan repack, lebih pas untuk sekali pemakaian
Beberapa merek shortening dijual dalam kemasan plastik. Kebanyakan shortening kemasan plastik memiliki takaran untuk sekali pemakaian, seperti 50 gram, 100 gram, dan 250 gram. Dengan begitu, Anda lebih mudah untuk membeli produk sesuai dengan kebutuhan. Walaupun Anda membeli produk dengan takaran sedikit berlebih, sisanya bisa disimpan dalam wadah tertutup atau kedap udara.
Saat mencari produk shortening, Anda pasti akan lebih banyak menemukan produk repack yang berarti dikemas ulang. Biasanya, produk repack memiliki harga ekonomis sehingga banyak dipilih konsumen. Kalau Anda ingin membeli kemasan ini, sebaiknya pastikan penjualnya tepercaya, ya! Tujuannya tentu agar produk yang Anda beli tetap terjamin kualitasnya.
1.Promo di sini
Jika anda tertarik untuk memasang klinik Anda disini, silahkan kontak kami di halaman pasang iklan
2.Promo di sini
Jika anda tertarik untuk memasang klinik Anda disini, silahkan kontak kami di halaman pasang iklan
3.Indofood Agri
Amanda Baker’s Fat
Mentega putih untuk tekstur buttercream yang lebih kental dan stabil
- Tekstur shortening yang lembut memudahkan proses pengocokan hingga buttercream lebih kental
- Formulasi Amanda Baker’s Fat ini mudah diolah, direkomendasikan untuk tekstur krim yang stabil
- Keunggulan tekstur fleksibel ini juga mendukung pembuatan buttercream, roti, maupun biskuit
- Sudah mengantongi sertifikat halal, memberikan rasa tenang saat digunakan untuk berbagai kreasi kue
Lokasi : Gedung Ariobimo Sentral, Lantai 15, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, Jakarta 12950, Indonesia.
Website : www.indofoodagri.com
4.Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART)
FILMA Puff Pastry Shortening
Puff pastry terasa lebih renyah di setiap lapisnya
- Shortening alias lemak nabati yang netral dalam aroma sehingga tidak memengaruhi aroma asli adonan
- Membantu menciptakan lapisan tipis dan renyah pada pastry
- Menahan kelembapan agar bagian dalam pastry tetap lembut
- Cocok digunakan untuk puff pastry, pie, dan produk pastry lainnya, seperti zuppa soup, picnic roll, dan vols au vent
Lokasi : PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) Sinar Mas Land Plaza, Menara 2 Lt. 28-30 Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350 Indonesia Tel: +62 21 5033 8899
Website : www.smart-tbk.com
Pertanyaan umum seputar mentega putih (shortening)
Setelah mengulas cara memilih serta rekomendasi produknya, kami akan menjawab pertanyaan populer seputar mentega putih (shortening). Jika Anda masih penasaran dengan shortening, simak jawabannya di bawah ini!
Apa guna shortening untuk kue?
Shortening sering digunakan pada roti dan pastry. Walaupun digunakan pada kue, tujuannya untuk melembutkan tekstur kue.
Kue atau makanan apa saja yang sebaiknya dibuat menggunakan shortening?
Pada umumnya, shortening digunakan untuk membuat buttercream untuk filling atau hiasan kue
Beda mentega putih dan merrywhip?
Merrywhip adalah mentega putih yang khusus digunakan sebagai campuran buttercream. Bedanya dengan mentega putih biasa terletak pada teksturnya yang superlembut serta aromanya lebih konsisten.
Mentega putih bisa diganti apa?
Jika Anda kesulitan mendapatkan mentega putih atau karena alasan khusus tidak ingin menggunakannya, ada beberapa bahan alternatif untuk menggantikannya. Anda bisa menggunakan mentega, minyak samin, atau shortening berbahan minyak kelapa.
Apakah mentega tawar bisa diganti dengan mentega putih?
Ya, tentu saja bisa. Namun, perhatikan takarannya karena mentega tawar mengandung 80% lemak dan 20% air, sedangkan shortening mengandung 100% lemak. Perlu diketahui, penggantian bahan seperti ini juga tetap mengubah rasa dan tekstur dari kue atau roti.




