Kulit merupakan pelindung tubuh paling luar yang rentan mendapatkan luka, seperti karena jerawat, cacar, atau luka operasi. Luka tersebut mungkin akan meninggalkan bekas yang menghitam, kemerahan, berwarna putih, hingga muncul keloid. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan salep penghilang bekas luka. Namun, salep penghilang bekas luka mana yang cocok?
Apa saja jenis bekas luka?
Proses penyembuhan bekas luka melibatkan berbagai mekanisme seluler dalam tubuh. Secara sederhana, bekas luka dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
- Perubahan warna
Perubahan warna dapat disebabkan oleh perubahan pigmen pada kulit, dapat berupa hiperpigmentasi atau hipopigmentasi. Biasanya, area bekas luka akan mengalami perubahan warna menjadi cokelat, putih, merah, atau bahkan hitam. Dari kedua jenis bekas luka tersebut, perubahan warna cenderung lebih mudah untuk diatasi.
- Perubahan kontur (scar)
Perubahan kontur dapat terjadi pada kulit, seperti area yang menonjol (hipertrofik), cekung (atrofik), dan keloid. Bekas luka yang mengalami perubahan kontur memerlukan penanganan estetika lebih lanjut. Penggunaan salep saja tidak cukup untuk mengatasinya.
Cara memilih Salep Penghilang Bekas Luka
Memilih salep penghilang bekas luka merupakan langkah penting dalam perawatan kulit. Berikut ini kami akan membahas secara mendalam mengenai cara memilih salep penghilang bekas luka yang sesuai dengan permasalahan kulit Anda. Untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam, mari simak artikelnya cara memilih berikut ini!
Penumpukan melanin pada area luka yang menghitam terjadi selama proses penyembuhan. Kondisi ini dapat dianggap sebagai hiperpigmentasi. Oleh karena itu, disarankan untuk memilih salep yang mengandung bahan pencerah, seperti vitamin C atau alpha arbutin.
Bahan pencerah bekerja dengan mengurangi produksi melanin sehingga membantu kulit memulihkan warnanya. Kandungan vitamin C juga dapat merangsang produksi kolagen sehingga dapat memberikan kulit tampilan yang lebih sehat dan bercahaya. Sebaliknya, alpha arbutin cenderung lebih lembut pada kulit sehingga lebih cocok untuk kulit sensitif atau rentan iritasi.
Bekas luka hiperpigmentasi juga umum terjadi pada bekas jerawat. Jika tidak ada salep khusus yang tersedia, krim wajah dengan bahan pencerah dapat digunakan untuk mengatasi hiperpigmentasi tersebut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai krim yang tepat untuk bekas jerawat, silakan kunjungi tautan berikut.
2.Untuk bekas luka yang memutih, seperti bekas cacar atau panu, utamakan untuk menggunakan pelembap yang mengandung antioksidan, seperti Aloe vera atau vitamin E
Jika Anda memiliki bekas luka yang mengalami perubahan warna, sangat penting untuk tetap menggunakan pelembap. Banyak salep mengandung bahan pelembap seperti Aloe vera atau vitamin E. Kelembapan yang cukup akan membantu dalam regenerasi sel kulit. Hal ini akan mendukung sel-sel kulit dengan pigmen yang berbeda untuk beregenerasi dengan sel kulit baru.
Alhasil, bekas luka pada kulit bisa memudar secara alami. Jadi, jika Anda memiliki bekas luka yang memutih, tidak perlu menggunakan produk pencerah tambahan pada area tersebut. Namun, untuk bekas luka memutih akibat luka bakar, hal tersebut tidak bisa diatasi dengan salep saja. Bekas putih tersebut merupakan scar sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter kulit untuk kembali seperti kondisi semula.
3.Keloid memang sulit untuk diatasi, tetapi kemunculannya dapat dicegah dengan salep yang mengandung silicone atau liposome
Keloid muncul karena produksi kolagen yang berlangsung terus-menerus. Hasilnya akan menyebabkan pembentukan jaringan baru yang lebih luas dari area luka asli. Kolagen terus diproduksi akibat hilangnya kandungan air pada bekas luka.
Salep yang mengandung silikon atau liposome membantu mempertahankan kelembapan pada daerah bekas luka. Dengan kelembapan yang cukup, kulit tidak akan memproduksi kolagen secara berlebihan. Dengan begitu, hal ini dapat mencegah pembentukan jaringan baru yang berlebihan. Beberapa contoh kandungan silikon dalam salep, seperti:
- Cyclopentasiloxane
- Siloxanes
Namun, keloid cukup sulit diatasi dengan penggunaan salep. Penggunaan salep hanya dapat membantu mengurangi kemunculan keloid dan mengontrol agar keloid tidak membesar.
1.Promo di sini
Jika anda tertarik untuk memasang klinik Anda disini, silahkan kontak kami di halaman pasang iklan
2.Promo di sini
Jika anda tertarik untuk memasang klinik Anda disini, silahkan kontak kami di halaman pasang iklan
3.Menarini Asia PacificDermatix | Ultra
Deskripsi Produk
Diformulasikan dengan CPX technology dan vitamin C ester yang teruji klinis
Membantu meratakan bekas luka menonjol sekaligus menyamarkan perbedaan warna kulit
Bertekstur gel yang cepat kering, tidak berminyak, dan nyaman digunakan
Formulanya tahan air serta tetap optimal meski dilapisi produk perawatan atau kosmetik
Lokasi :Wisma Pondok Indah 2, Lantai 8, Suite 802, Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA, Pondok Indah, Kel. Kebayoran Lama, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12310.
Website : www.dermatix.co.id
4.Bio Herbal IndonesiaMeilibahenling
Deskripsi Produk
Mengusung resep tradisi Tiongkok dengan kandungan minyak ular untuk perawatan bekas luka
Membantu menyamarkan flek hitam dan bekas luka kering tanpa efek pengelupasan
Memiliki tekstur yang lembut, mendukung kelembapan serta kenyamanan kulit sepanjang penggunaan
Produk impor yang telah terdaftar BPOM resmi dan aman digunakan bayi untuk bekas gigitan nyamuk
Lokasi :Pasar Modern Mutiara Karawaci Blok D No. 19, Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten 15810
Website : www,bioherbalindonesia.com




