Panci stainless steel adalah pilihan peralatan masak yang tahan lama. Material ini tahan benturan dan karat, serta dianggap aman tanpa mengubah rasa atau warna makanan. Beberapa pancinya dirancang lebih tebal untuk distribusi panas optimal, sementara ukuran yang besar tersedia untuk kebutuhan memasak dalam porsi banyak. Lalu, panci stainless seperti apa yang sebaiknya dipilih?
Cara memilih Panci Stainless Steel
Tidak semua panci stainless menawarkan kualitas yang sama. Untuk memilih produk yang terbaik, Anda perlu memperhatikan jenis material stainless steel yang digunakan. Setelah itu, sesuaikan ukuran panci serta kompatibilitasnya dengan kebutuhan dan tipe kompor Anda.
1.Untuk pilihan tepercaya, pertimbangkan panci merek terkenal, seperti Maspion, Oxone, Subron, Bima hingga Shuma
Ada beragam merek panci stainless steel yang bagus di pasaran. Untuk mempermudah dalam memilihnya, Anda dapat mengutamakan merek-merek ternama dan populer, seperti Maspion, Oxone, Bima, Subron, atau Shuma. Harga panci stainless dari merek ini cukup bervariasi tergantung kualitas dan tipe stainless yang digunakan.
Maspion, Oxone, dan Subron: Menawarkan pilihan panci stainless steel berkualitas yang terjangkau
Bima dan Shuma: Menawarkan pilihan panci stainless steel tahan lama
Perhatikan jenis atau grade panci; stainless steel 304, 316, 430 atau 201
Kualitas panci stainless steel bervariasi tergantung pada jenis material, seperti stainless steel 304, 316, 430, atau 201. Namun, tidak semua produk mencantumkan kode atau informasi grade stainless ini dalam deskripsi produknya. Jika diperlukan, untuk memastikan jenis stainless steel yang digunakan, Anda bisa menanyakan langsung kepada penjual.
Panci stainless steel dengan grade 304 atau 316, daya tahan lebih lama
Panci stainless steel 304 dan 316 dikenal lebih tahan terhadap korosi karena kandungan kromium dan nikel di dalamnya yang tinggi. Saat bereaksi dengan oksigen, kromium membentuk lapisan pelindung yang mencegah korosi dan karat. Sementara itu, nikel dapat meningkatkan ketahanan panci terhadap oksidasi dan memperkuat strukturnya saat digunakan pada suhu tinggi.
Panci stainless steel 304 (SUS 304) mengandung 18% kromium dan 8-10% nikel. Di sisi lain, stainless 316 (SUS 316) mengandung 16-18% kromium, 10-14% nikel, serta 2-3% molibdenum. Tambahan molibdenum membuat stainless steel 316 lebih tahan korosi, terutama saat terkena bahan masakan yang asam. Namun, panci stainless 316 lebih mahal dan sulit ditemui dibandingkan panci stainless steel 304.
Panci stainless steel dengan grade 430 atau 201, alternatif yang lebih terjangkau
Jika bujet Anda lebih terbatas, pertimbangkan panci stainles steel grade 430 atau 201. Tipe panci ini relatif lebih terjangkau dan ekonomis. Ketahanannya terhadap korosi dan karat memang tidak sebaik panci stainless steel 304 atau 316, terutama jika sering terkena garam dan air asin. Hal ini dikarenakan kandungan nikel di stainless steel 201 dan 430 lebih rendah atau bahkan tidak ada sama sekali.
Panci stainless steel 210 (SUS 210) memiliki komposisi 16% kromium dan 1% nikel, sedangkan stainless steel 430 (SUS 430) mengandung 16-18% kromium tanpa nikel. Meski ketahanannya terhadap karat lebih rendah, tipe panci dengan grade ini sebenarnya masih relatif aman untuk digunakan.
3.Sesuaikan ukuran panci stainless steel dengan porsi masakan
Makin lebar diameter panci, makin banyak juga masakan yang bisa Anda hasilkan dalam satu kali masak. Untuk itu gunakan panduan ini saat memilih panci stainless steel yang sesuai kebutuhan Anda:
- Diameter 16-24 cm: Untuk kebutuhan masak porsi kecil atau 1-2 orang.
- Diameter 26-28 cm: Untuk kebutuhan masak 3-4 orang.
- Diameter 30 cm ke atas: Untuk kebutuhan masak porsi besar atau lebih dari 5 orang.
Anda juga dapat mempertimbangkan ukuran panci sesuai metode memasak atau jenis makanan yang dimasak. Misalnya, jika ingin menggunakan panci untuk kebutuhan deep fry, panci dengan diameter kecil sebenarnya cukup efisien. Minyak akan lebih cepat panas serta lebih tidak boros.
4.Untuk pemakaian di kompor induksi, periksa kompatibilitas panci
Tidak semua panci stainless steel dapat digunakan di kompor induksi. Umumnya, panci berbahan stainless steel seri 400 dapat digunakan pada kompor induksi karena bersifat magnetis, tanpa kandungan nikel yang menghalangi medan magnet.
Karena itu, produsen sering menggabungkan tipe stainless steel pada panci. Misalnya, bagian dalam menggunakan grade 304, sedangkan alas panci menggunakan stainless steel 400 agar bisa digunakan pada kompor induksi. Supaya memudahkan Anda ketika memilih, temukan klaim kompatibilitas dengan kompor induksi pada deskripsi produk.
1.Promo di sini
Jika anda tertarik untuk memasang klinik Anda disini, silahkan kontak kami di halaman pasang iklan
2.Promo di sini
Jika anda tertarik untuk memasang klinik Anda disini, silahkan kontak kami di halaman pasang iklan
3.Maspion Group
Maspion | Panda Seroja Pourpan
Deskripsi Produk
Panci 16 cm dari stainless steel 430 yang pas untuk memasak porsi kecil
Menghadirkan desain pour pan demi kemudahan proses tuang kuah atau susu tanpa tumpah
Short bakelite handle system-nya aman dipegang dengan tangan kosong meski sedang panas
Mendukung aktivitas memasak cepat dengan bobot panci yang terasa ringan ketika digunakan
Lokasi :Jl. Gn. Sahari No.16-17, RT.1/RW.13, Pademangan Bar., Kec. Pademangan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14420
Website :www.maspionsuperstore.com
4.One Two Cups Mini Pan Stainless Steel 410 Dual Drainage
Deskripsi Produk
Terbuat dari stainless steel 410 yang optimal jaga ketahanan panci untuk penggunaan rutin
Menghadirkan fitur dual drainage untuk kemudahan tuang susu atau kuah tanpa berantakan
Menawarkan desain mini pan yang praktis serta pas untuk bikin minuman dan saus kesukaan
Tampilannya simpel dalam ukuran compact, mudah disimpan tanpa perlu space yang banyak
Lokasi :Plaza Indonesia, Jl. M.H. Thamrin No.Kav. 28-30 Level 1, RT.9/RW.5, Gambir, Jakarta, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350
Website : www.onetwocups.com
Apa perbedaan panci stainless dan aluminum?
Panci stainless tahan terhadap benturan, karat, korosi, dan suhu tinggi, karena terbuat dari paduan besi, karbon, kromium, dan nikel. Stainless steel tidak reaktif terhadap bahan masakan, sehingga tidak mengubah rasa atau warna makanan. Panci stainless steel pun cenderung lebih aman karena tidak melepaskan logam. Namun, karena bukan konduktor panas yang baik, bagian dasar panci stainless kerap dilapisi aluminium atau tembaga untuk meningkatkan efisiensi panas.
Di sisi lain, panci aluminium adalah konduktor panas yang baik sehingga membantu proses memasak lebih cepat. Namun, aluminium dikenal lebih reaktif sehingga dapat melepaskan partikel logam ke makanan serta menyebabkan perubahan rasa dan warna. Panci aluminium juga rentan tergores dan mudah penyok jika terbentur atau terjatuh.




