Kopi Mandailing adalah salah satu kopi asli Indonesia yang cukup populer. Rasa dan aroma yang khas membuatnya banyak diburu para penikmat kopi. Saat ini, sudah banyak tersedia berbagai merek kopi Mandailing yang lezat dengan harga terjangkau.
Kopi Mandailing, kopi asli Sumatra dengan rasa yang khas
Indonesia sejak lama dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar. Salah satu daerah di Indonesia yang aktif memproduksi kopi terbaik adalah Sumatra. Kopi Mandailing dan Sidikalang adalah kopi yang menjadi trademark daerah Sumatra, khususnya Sumatra Utara. Keduanya sama-sama populer dan enak. Namun, artikel ini khusus membahas mengenai kopi Mandailing.
Kopi Mandailing atau Mandheling adalah varietas kopi yang berasal dari daerah Mandailing Natal, Pegunungan Bukit Barisan, Sumatra Utara. Kopi ini pertama kali dibudidayakan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1983. Untuk jenis kopi Mandailing, kebanyakan berjenis kopi arabika. Namun, saat ini Anda juga dapat menemukan produk kopi Mandailing robusta.
Apa yang membedakan kopi Mandailing dengan kopi lainnya?
- Kopi Mandailing terkenal memiliki aroma floral yang khas.
- Dibandingkan jenis kopi Sumatra lainnya, kopi Mandailing memiliki tingkat kekentalan yang lebih baik.
- Tingkat keasaman cenderung lebih rendah.
- Aftertaste kopi Mandailing dikenal nyaman dan enak di lidah.
Berkolaborasi dengan pakar: Cara memilih kopi Mandailing
Saat ini, ada banyak merek kopi Mandailing lezat yang dijual di pasaran. Tidak perlu bingung, untuk mendapatkan produk terbaik, Anda dapat mengikuti poin-poin berikut ini. Simak baik-baik, ya!
1.Ketahui jenis biji kopinya
Saat membeli kopi Mandailing, Anda pasti akan menemukan jenis arabika dan robusta. Keduanya memiliki keunggulan dan karakteristik yang berbeda. Anda dapat memilih jenis yang sesuai dengan selera.
Kopi arabika, rasanya lebih manis dengan aroma yang lembut
Tidak suka kopi yang terlalu pahit? Kopi arabika dapat menjadi pilihan. Sebagai informasi, kopi arabika menguasai sekitar 70–80% produksi kopi dunia. Berikut ini beberapa keunggulan kopi arabika.
- Memiliki cita rasa yang lebih manis daripada jenis kopi lainnya.
- Menawarkan rasa dan aroma yang kaya. Karena itu, biasanya arabika memiliki karakter aromatic dan flavourful, misalnya floral, fruity, citrus, nutty, dan manis.
- Memiliki kadar kafeina yang tergolong rendah. Kafeina berlebih bisa memicu produksi asam lambung. Kafeina dalam kopi arabika kira-kira setengah dari kafeina robusta. Jadi, kopi arabika lebih aman dikonsumsi oleh penderita masalah lambung dibandingkan kopi robusta. Hal ini tentunya berlaku dalam batas konsumsi yang wajar.
Kopi robusta, lebih pahit dan aromanya kuat
Kopi robusta pas dipilih jika Anda menginginkan kopi dengan rasa dan aroma yang lebih kuat serta tajam. Selain poin ini, ada beberapa hal lain yang membedakan kopi robusta dengan kopi arabika. Perbedaan-perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Kadar gula kopi robusta jauh lebih rendah daripada kopi arabika. Jadi, rasa kopi arabika cenderung lebih plain dan pahit. Setelah diseduh, rasa kopi robusta biasanya pahit layaknya dark chocolate dan kasar seperti kayu atau karet terbakar.
- Kopi robusta memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dari kopi arabika.
- Kopi robusta memiliki tekstur yang lebih pekat dibandingkan kopi arabika.
- Kadar kafeina kopi robusta cenderung tinggi sehingga cocok untuk mengusir rasa kantuk. Namun, jika Anda memiliki masalah lambung, berhati-hatilah saat mengkonsumsi kopi ini. Pasalnya, kandungan kafeina dalam kopi robusta sekitar 2,3 gram/100 gram kopi. Angka tersebut lebih tinggi hampir dua kali lipat dari kafeina kopi arabika.
2.Pilih berdasarkan bentuk kopinya
Tidak kalah penting, jangan lupa pertimbangkan bentuk kopinya. Secara umum, ada dua jenis bentuk kopi yang dijual, yaitu biji utuh dan bubuk. Tiap-tiap jenis memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri. Mari kita bahas lebih lanjut!
Biji kopi, untuk Anda yang mencari kesegaran ekstra
Biji kopi utuh tidak bisa langsung diseduh, Anda harus menggilingnya sendiri. Anda yang merupakan pencinta kopi sejati tentunya punya mesin penggiling kopi di rumah, bukan? Memang cara penyajiannya terdengar repot. Akan tetapi, secangkir kopi dari biji utuh yang digiling sendiri memiliki rasa yang lebih fresh!
Bagian dalam biji kopi utuh tidak mengalami kontak langsung dengan oksigen sehingga kadar gasnya masih optimal. Alhasil, kemurnian rasa dan aroma kopinya masih terjaga. Keuntungan lainnya, Anda dapat menentukan sendiri tingkat kehalusan gilingan kopi sesuai selera.
Menyimpan kopi dalam bentuk biji akan memperlambat proses oksidasi dan menghindari kelembapan. Namun, proses penggilingan membuat permukaan kopi banyak terpapar udara sehingga akan terjadi penurunan kualitas rasa. Jadi, segera seduh biji kopi yang sudah digiling agar minyak dan aromanya terekstraksi ke hasil seduhan.
Kopi bubuk, untuk Anda yang ingin lebih praktis
Jika Anda termasuk orang yang sibuk, menggiling kopi tentu terasa menyita waktu. Solusinya, pilih kopi Mandailing dalam bentuk bubuk. Kopi bubuk dapat langsung diseduh tanpa perlu digiling lagi sehingga dapat disajikan lebih cepat. Biasanya, kopi jenis ini tersedia dalam berbagai tingkat kehalusan, bubuk halus atau bubuk kasar.
Sebelum memilih membeli kopi yang sudah dihaluskan (pre-ground), tentukan dahulu karakter seduhan yang ingin dicapai. Ukuran gilingan memengaruhi intensitas rasa dari seduhan kopi. Makin halus gilingan, rasa seduhan kopi akan makin intens, begitu pula sebaliknya.
Anda yang memiliki mobilitas tinggi juga kami sarankan memilih kopi bubuk. Apalagi, ada kopi bubuk dalam kemasan sachet sehingga praktis dibawa bepergian. Akan tetapi, kopi bubuk mudah terpengaruh oleh udara. Agar rasa dan aromanya tetap terjaga, simpan dalam wadah kedap udara, ya!
3.Pertimbangkan profil rasanya
Profil rasa merupakan salah satu unsur yang penting bagi sebagian orang ketika menikmati secangkir kopi. Untuk mendapatkan rasa yang sesuai selera, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, yaitu acidity, body, dan flavor.
Acidity, tingkat keasaman kopi
Acidity atau keasaman menjadi salah satu elemen utama yang membangun karakteristik rasa kopi yang khas. Acidity kopi tidak menjelaskan tinggi rendahnya pH kopi, melainkan lebih mengarah kepada catatan rasa dari kopi tersebut. Setiap kopi memiliki tingkat keasaman yang berbeda-beda. Masa simpan dan proses pengolahan menjadi faktor utama yang memengaruhi.
Kopi dengan keasaman yang pas akan terasa manis, mirip dengan buah segar. Sementara itu, kopi dengan rasa asam yang terlalu dominan umumnya tergolong kurang nikmat. Anda bisa mengecek keasaman kopi pada kemasan, biasanya ditulis dalam tingkatan low, medium, atau high. Makin tinggi tingkat keasamannya, rasa asam kopi juga makin kuat.
Body, tingkat kekentalan kopi
Anda tentunya pernah merasakan kopi yang terasa kental atau encer saat diminum, bukan? Tekstur atau tingkat kekentalan kopi inilah yang disebut dengan body. Body juga menunjukkan seberapa kaya tingkat rasa kopi saat mengendap di mulut sehingga berhubungan erat dengan aftertaste.
Umumnya, body kopi digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu smooth, medium, dan heavy. Kopi dengan level body yang smooth memiliki tekstur yang ringan seperti air dengan aftertaste yang tipis. Sebaliknya, kopi dengan full body atau heavy body mempunyai tekstur yang lebih kental dan pekat.
Kopi jenis ini juga meninggalkan kesan seperti berminyak di mulut dengan aftertaste yang tahan lama. Body kopi sering ditulis dengan istilah creamy, buttery, atau thick.
Flavor, spesifikasi komponen rasa kopi
Setiap kopi memiliki sensasi rasa yang bervariasi tergantung dari senyawa yang terkandung di dalamnya. Senyawa ini dipengaruhi oleh jenis biji kopi dan proses pengolahan. Ada kopi dengan rasa yang kaya, ada juga yang rasanya cenderung plain. Agar menemukan cita rasa yang pas, Anda perlu mengetahui flavor atau karakter rasa dari kopi tersebut.
Flavor kopi dapat Anda lihat pada flavor note atau catatan rasa yang tertera di kemasannya. Flavor note ini menjabarkan sensasi rasa apa saja yang dapat Anda rasakan saat meminum kopi tersebut. Sensasi rasa yang hadir dapat bervariasi, misalnya fruity, milky, chocolaty, atau nutty.
Namun, kopi dengan rasa citrusy bukan berarti akan terasa benar-benar seperti jeruk. Hanya saja, ketika lidah Anda merasakan kopi tersebut, Anda teringat sensasi rasa dari jeruk. Kopi Mandailing jenis arabika umumnya memiliki flavor note yang lebih beragam dibandingkan jenis robusta.
1.Promo di sini
Jika anda tertarik untuk memasang klinik Anda disini, silahkan kontak kami di halaman pasang iklan
2.Promo di sini
Jika anda tertarik untuk memasang klinik Anda disini, silahkan kontak kami di halaman pasang iklan
3.Sari Bumi Makmur InternasionalArutala Arabika Mandailing
Deskripsi Produk
Dari 100% arabika yang berasal dari Pegunungan Bukit Barisan, Mandailing yang menghadirkan cita rasa khas
Melalui proses roasting yang detail untuk menghadirkan kopi yang berkualitas tinggi
Menggunakan kemasan zipper flat bottom pouch yang memudahkan dalam penyimpanan kopi
Memiliki aftertaste clean yang tidak mengganggu setelah menikmati seduhan kopi
Lokasi :Jalan Green Lake City Rukan Crown Blok B no.12 Ruko Crown Blok B no.12, RT.005/RW.008, Petir, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, Banten 15147
Website : www.arutalacoffee.com
4.Excelso MultirasaExcelso Sumatera Mandheling Single Serving
Deskripsi Produk
Menghadirkan body creamy lembut yang mampu memanjakan lidah sejak seruputan pertama
Berbentuk single serving yang menjadikan penyajian kopi terasa lebih praktis
Menyuguhkan kombinasi bold, citrusy, dan spicy untuk rasa yang lebih kompleks dan premium
Memberikan rasa yang seimbangkan dengan tingkat acidity yang sedang
Lokasi : Komplek Roxy Mas Blok C II/38-39, RT.1/RW.8, Jl. KH Hasyim Ashari No. 125, Cideng, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10150
Website : www.excelso-coffee.com



